Selasa, 15 Mei 2012

LA Lights Streetball 2012, Aturan Baru Nuansa Baru


Ghiboo.com - Gelaran kompetisi basket LA Lights Streetball kembali digelar di tahun 2012. Sejak diadakan pada tahun 2005, antuasis kompetisi basket yang terbuka untuk umum ini mendapat respon dari para penggila basket di Indonesia. Di tahun 2012, La Light Streetball hadir dengan nuansa baru. 

Mengusung tagline "Claim The Throne and Fight Fot The Honor" LA Lights Streetball hadir dengan nuansa baru. Nuansa baru yang dimaksud adalah peraturan baru yang membuat jalannya pertandingan jadi lebih seru. Aturan baru tersebut diantaranya adalah untuk membuat pemain yang bertanding mengeluarkan segala potensinya. 

Three Second Box. Pemain bertahan tidak boleh berada di daerah pertahannnya selama lebih dari 3 detik. Tujuannya adalah supaya tidak terjadi illegal defense dan memberikan kesempatan untuk lebih banyak terjadinya slam dunk. Selain itu permainan akan lebih hidup karena sistem bertahan akan menjadi man-to man-marking

Star zone. Dalam dua tim terdapat pemain bintang yang akan diberi tanda bahwa dia adalah 'ikon' tim tersebut, baik sebagai seorang dunkers ataupun handlers. Jika diantara dua pemain tersebut berada di star zone, maka tidak boleh ada pemain yang menghadangnya. 

Point Breaker. trik ini biasanya dilakukan oleh streetballer. Perhitungannya jika sukses melakukan trik pertama memperoleh 2 poin, trik kedua 3 poin dan sampai pada trik berikutnya yang dimana sebuah tim berhak mendapatkan 5 poin karena aksi individu streetballer ini. 

Open Run. Dalam Open Run diadakan point Breaker City yang merupakan akumulasi dari individu yang melakukan point breaker.


5 Second Violation, aturan ini diberlakukan di daerah pertahanan ketika pertama kali dalam penguasaan bola. Tujuannya adalah supaya fokus pertahanan tidak terlalu dekat dengan ring sendiri, dan membuat permainan menjadi lebih terbuka. 

Semua peratraan baru ini dibuat agar menghidupkan permainan tim dan meningkatkan kemampuan individu seorang pemain serta bagaimana strategi pelatih bermain di lapangan. 

Sebelum grand final yang akan berlangsung di Jakarta pada 19-20 Oktober nanti, LA Lights Streetball akan hadir di beberapa kota, diantaranya, Malang ( 12-13 Mei), Bandung (2-3 Juni), Jakarta (9-10 Juni), Medan (30 Juni - 1 Juli), Banjarmasin (8-9 September), Surabaya (21-22 September), dan Yogyakarta (29-30 september). 

Kagumi Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia


REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Delegasi dari Asian Football Confederation (AFC), Bryan See, mengagumi persiapan Provinsi Riau menjelang pelaksanaan babak kualifikasi Piala Asia U-22. See hanya memberi sedikit catatan sebagai kritik.
"Persiapan sudah cukup bagus," kata Bryan See saat berkunjung ke Pekanbaru, Selasa.
See mengaku datang ke Pekanbaru untuk melihat langsung persiapan stadion yang akan digunakan untuk pertandingan Piala Asia pada Juni 2012. Dua stadion tersebut adalah Stadion Kaharuddin Nasution di daerah Rumbai dan Stadion Utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di kampus Universitas Riau.
Meski begitu, See memberi beberapa catatan saat meninjau Stadion Kaharuddin Nasution. Menurut dia, ruang medis terlalu jauh dari lapangan. Pembatas tribun penonton juga terlalu rendah sehingga dikhawatirkan penonton akan mudah melompatinya menuju lapangan.
"Rumput di lapangan juga terlihat coklat dan gersang," ujarnya.

Timnas U-18 Bola Basket Indonesia Berlatih di Surabaya


Ghiboo.com - Sinergi antara Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) dengan PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia semakin dipertajam. Kedua pihak akan bersama mengelola program Tim Nasional Muda Indonesia (U-18), yang dibentuk sebagai basis tim masa depan di ajang internasional.

Direktur PT DBL Indonesia Azrul Ananda akan bertindak sebagai CEO Timnas Muda Indonesia, bekerja bersama barisan manajemen kolaborasi dengan PP Perbasi. Ketua Umum PP Perbasi Anggito Abimanyu sebagai Chairman, diwakili Danny Kosasih sebagai manager tim. Timnas Muda akan berkiprah perdana di 7th SEABA U-18 Championship pada 26 hingga 30 Juni 2012 mendatang di Singapura.

Sejak Kamis pekan lalu (10 Mei), 15 pemain yang lolos seleksi telah melanjutkan pemusatan latihan di Surabaya, tempat PT DBL Indonesia berpusat. Tim itu dilatih oleh Nathaniel ?Nath? Canson, yang baru saja dinobatkan sebagai Coach of the Year bersama Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan di ajang Flexi NBL Indonesia 2011-2012.

Kerja sama antara Perbasi dengan DBL Indonesia ini diharapkan dapat memuluskan langkah Timnas Muda di SEABA U-18 di Singapura. Jika Timnas Muda mampu menembus tiga besar, maka Indonesia akan melaju ke-22 FIBA Asia U-18 Championship di Mongolia, Agustus mendatang.

"Dengan dukungan DBL Indonesia, Perbasi berharap para pemain yang tergabung dalam program Timnas Muda bisa mendapatkan banyak pengalaman. Harapannya, mereka bisa sukses di ajang SEABA, FIBA, dan akhirnya pada SEA Games 2015", kata Anggito dalam rilis yang Ghiboo terima sore ini (15/5).

Direktur DBL Indonesia sekaligus CEO Timnas Muda Azrul Ananda tak kalah antusias menyambut kerja sama ini. "Kolaborasi ini sangat esensial untuk kemajuan basket Indonesia khususnya untuk jangka panjang. Semua pihak harus bekerja bersama, saling mendukung untuk kepentingan bersama. Apalagi, mayoritas pemain Timnas Muda sebelumnya adalah bintang-bintang di DBL. Kami bangga mendapat kepercayaan ini, dan senang bisa terus memberi jalan untuk calon-calon bintang masa depan Indonesia", ujar Azrul.

Sebagian besar pemain di Timnas Muda memang pernah mengikuti kompetisi Honda DBL, dan bergabung di tim-tim pilihan bentukan DBL Indonesia. Seperti Kevin Yonas, pemain DBL Indonesia All-Star 2010, serta trio Juan Laurent Kokodiputra, Jan Misael Panagan, dan Laurentius Steven yang sempat memperkuat tim DBL Indonesia All-Star 2011. Mereka pernah diterbangkan ke Amerika Serikat untuk belajar dan bertanding di negara asal basket tersebut.

Selama di Surabaya, selain menjalani pemusatan latihan, mereka juga akan menjalani serangkaian uji coba berkualitas melawan tim-tim universitas favorit di Jawa Timur dan klub-klub Flexi NBL Indonesia seperti Bimasakti Nikko Steel Malang, CLS Knights Good Day Surabaya, dan Pacific Caesar Surabaya.

Masih ingatkah anda tentang sejarah kepramukaan?


GERAKAN PRAMUKA INDONESIA (The Indonesia Scout Movement)
logo PramukaScouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkanscouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Thom Yorke Bedah Album 'THE KING OF THE LIMBS'


Vokalis Radiohead, Thom Yorke, mengaku bisa mengerti bila banyak orang merasa 'terasing' kala mendengarkan album kedelapan mereka, THE KING OF THE LIMBS. Menurut Thom, wajar bila ada penggemar merasa album ini tidak terlalu bagus.
"Sangat luar biasa mengerjakan album seperti itu. Tapi kemudian rasanya (album) itu seperti tidak nyata. Tapi itu adalah konsekuensi dari apa yang kita pilih untuk dikerjakan. Kamu boleh saja marah atau mengatakan, 'Yah, ini tidak terlalu bagus'," ujar Thom Yorke pada Rolling Stone.
"Aku bisa mengerti mengapa ini membuat orang merasa terasing. Aku tidak menyadari ini terjadi di planet kita sendiri," tambah pria asal Inggris ini.
Radiohead sendiri akan kembali menjalani tur dunianya baik di Eropa maupun Asia. Meski ada rumor yang mengatakan Radiohead akan menggelar konser di Indonesia, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari band maupun promotor tanah air. (nme/adb)